Dia, Everything for me.

6:14:00 PM

Dia...
Tentang dia yang segalanya,
Melebihi apa yang ku punya...
Kehadirannya melebihi apapun..
Takkan tergantikan...

Dia...
Dia yang selalu mengajarkan ku arti hidup...
Dia yang menemani setiap langkahku...
Menapaki roda kehidupan...
Menghadapi pahitnya hidup...

Dia....
Dia yang tak pernah lelah mengajariku...
Dari aku yang tak tau apa-apa
Sampai akan tau segala hal...

Dia...
Dia yang diberikan tuhan untukku...
Seseorang yang selalu ku banggakan..
Anugerah yang paling indah...
Beruntung aku memilikinya...

*Kemudiannnnn*
Maaf ya readers, puisinya kacau balau -_____-. Maklum penulis abal heheh. Meskipun kacau kayak gitu, tetap aja saya memposting ini tulisan. Karena bagi saya bagaimanapun bentuk dan isi tulisan selama itu berguna buat pembaca, kan gak masalah??? XD

Pasti kalian bertanya-tanya siapa yang dimaksud dalam puisi tersebut? Puisi ini tentang dia. Dia yang sangat berarti untukku, segalanya, melebihi dari apapun yang ku punya. Tak pernah sedikitpun menyesal ketika bertemu dengannya. Dia yang mengajariku akan arti kehidupan. Dia yang takkan pernah kurelakan untuk pergi, pergi dari kehidupanku. Dia seorang sosok yang unique, only one in the word, limited edition, and the best ever and forever. Dia adalah seorang Ibu. Ibu yang melahirkan kita, yang menjadikan kita menjadi seperti ini. Dia sosok yang selalu terlihat kuat meskipun hatinya sedang rapuh. Dia yang rela menangis demi kebahagian kita. Dia adalah anugerah yang paling indah yang diberikan tuhan untuk kita.
Terkadang kita merasa kesal dengan sosok seorang ibu yang cerewet, yang bisa dibilang sangat cerewet. Tapi, sadari itu yang akan selalu dirindukan saat dia jauh. Karena itu ciri khas seorang ibu. Coba deh kalian bayangin, tanpa sosok dia yang cerewet seperti itu. Mungkinkah kita seperti ini? Menjadi seseorang yang tau akan hal baik dan hal buruk? Kecerewetan seorang ibu itu sebuah perlakuan yang wajar, karena itu tandanya dia sangat menyayangi dan memperdulikan kita. Dan dia tidak mau anaknya terjerumus kedalam hal-hal yang buruk. Seandainya, kamu didiemin aja kalo ngelakuin hal-hal buruk? Gak enak banget kan kalo didiemin, gak dicerewetin? Berasa gak diperhatikan, atau bahkan gak dipedulikan! Terkadang seorang sosok ibu itu bisa dibilang seorang musuh yang takkan bisa di hindari, tak akan bisa dan takkan pernah. Sejam aja kamu marah sama ibu kamu, mungkin udah berasa kiamat kali ya *lebay* dan pastinya beberapa saat kemudian kamu udah baikan sama ibu kamu.

Kita takkan pernah tahu arti kehadirannya, jika merasa dia selalu disamping kita, bersama kita. Tapi sadarkah saat mereka jauh, pergi untuk sebentar saja dan akan kembali dalam waktu dekat. Sepert itu saja kita akan merasa kehilangan. Apalagi untuk waktu yang lama, selamanya dan takkan kembali? Sebesar apapun rasa kehilangan kita, itu tidak akan merubah kenyataan. Bayangkan jika kamu kehilangannya, apa ada seseorang yang bisa menggantikannya? Seberapapun kamu mempunyai harta, harta kamu takkan bisa membayar orang untuk menjadi ibu kamu, seperti ibu kamu yang dulu? Karena dia hanya satu, takkan tergantikan. Oleh karena itu, syukuri dan hargai kehadirannya saat ini untuk kita? Karena kehadirannya itu sudah merupakan anugerah terindah dan yang terpenting. Coba bayangkan, banyak anak-anak diluar sana yang sejak kecil mereka belum atau bahkan tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Bahkan tak banyak anak-anak diluar sana yang menginginkan, seperti apa rasanya mempunyai seorang ibu yang menyayangi mereka, memperhatikan mereka, dan memperdulikan mereka? Bandingkan dengan diri kita sendiri, yang masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu? Tapi tak sedikitpun dari kita yang terkadang masih tidak menghargai arti kehadirannya, atau bahkan menyia-nyiakan seorang ibu.

*Ppppfftttttt* :’)

Ya, readers... semoga itu bermanfaat untuk kalian. Dan mulai sekarang sayangi ibu kalian, sebagaimana dia menyayangi kita. Entar, nyesal loh kalo dia udah gak ada ? :’)

You Might Also Like

9 comments

  1. banyak yang penyair ternyata di blogger

    ReplyDelete
  2. haloo.. mampir ke blog aq ya www.okebaiklah.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Moti : wkwkwk benarkah? muehehehe

    Maulidian: okay :)

    ReplyDelete
  4. siapa nih dianya ?
    hebat deh bikin puisinya, salam BE \m/

    ReplyDelete
  5. Hai Dia. Apa kabarmu di sana??

    Hehehe, salam kenal ya mbak, saya dari Lombok, timurnya pulau Bali.

    ReplyDelete
  6. Salam BE...

    Ini puisi untuk Ibuyaaa...
    Bagus kok, namanya juga belajar :)

    ReplyDelete
  7. bagus puisinya, bahasanya santai dan lugas :)

    selamat datang di BE, gue juga dari Banjarmasin

    ReplyDelete
  8. pffttt . . habis kata kalo bicara ibu :)

    selamat gabung di BE :)

    ReplyDelete
  9. dia dan anda jadi sumber inspirasiku untuk nulis. unik and asyik

    ReplyDelete