Telinga di Bor!!!

4:27:00 PM


Tadi pagi, tepat jam 10:28 paman ku menjemput di depan gerbang sekolah. Hah? Mau ngapain keluar jam segitu... itu mau bolos. Eh, nggaklah! Udah taukan pada postingan aku sebelumnya tentang rencana mau pergi ke Rumah Sakit. Ya, akupun bergegas pergi tanpa berpamitan dengan guru. Nah lho?!  berani sekali keluar tanpa izin...Lagiankan sekarang udah selesai ulangan, mau turun atau mau pulang gak pake absen lagi deh gak apa-apa kali :p
Lanjut???

Setelah itu sekitar setengah jam sampailah di Rumah sakit, Sesampainya di RS kamipun bertanya sama recepsionistnya. “Numpang nanya, pak. Kalau mau periksa masalah telinga dimana ya?” Tanya pamanku. “Oh itu Poliklinik THT, dilantai 2” jawab si recepsionis. “Iya, terima kasih pak”. Dan kemudian kami bergegas menaiki tangga untuk menuju lantai 2.  Setelah sampai di depan poliklinik THT, trus tanya sama ibu-ibu yang lagi nunggu antrean. “Ibu, numpang nanya. Ini tinggal ambil kartu antrean ya atau apa?” tanyaku. “Oh, itu udah daftar belum?” tanya ibu itu. “Belum bu, kalo mau daftar dimana?” tanyaku lagi. “Pendaftarannya dibawah lantai 1”. “Oh, terima kasih ya bu” jawabku.
Setelah itu kami menuju lantai 1 untuk melakukan pendaftaran, menunggu sekitar 15 menit dan pendaftaran selesai. Setelah itu kami naik lagi kelantai 2, “astaga pikirku, ini kok cape banget ya naik turun tangga” rutukku dalam hati. Maklum, aku tidak pernah berurusan kayak gini :p. Setelah itu menunggu dipanggil deh. Pas lagi nungguin di panggil, jantung aku deg deg deg gak karuan gitu. Aku liat di sekitar ada DM (Dokter Muda), aaaaaaa ada dokter muda ganteng banget gila... Setelah itu namaku dipanggil. “Ibu Fatimah...?” panggil dokternya. What??? Dipanggil ibu? Astaga -___-
Setelah sampai diruang pemeriksaan, betapa terkejutnya. Disana ada 4 dokter cewek dan 2 dokter cowok. “Ah, gila gak keren banget gitu disekitar aku ada dokter muda. Nah, aku yang diperiksa telinga??? Malu-maluin bangetkan???” kataku dalam hati. Setelah itu aku dipanggil untuk duduk di kursi “kebesaran pemeriksaan telinga” (Lol XD). Setelah itu dokternya ngeliat telinga aku, dan telinga aku terasa dibor gitu gilaaaaaa, di semprot pakai apa gitu, terus dibornya pakai suntikan yang mungkin besar. Ah, aku tidak sanggup melihat suntikannya. Sepanjang proses “pemboran telinga” aku meremas-remas baju gak jelas gitu, antara pengen teriak kegelian atau sakit??? Entahlah -___-. Seandainya dokter yang muda itu dekat mungkin aku akan spontan untuk memeluknya *ini tidak mungkin*. Huh, ketika pemboran tadi selesai aku lega banget, sangat lega. Setelah itu diberikan resep dokter, dan kamipun bergegas pulang.
Saat dijalan aku meringi-ringis sendiri, soalnya seperti masih berasa di bor gitu nih telinga. Ah, pokoknya aku gak mau lagi deh pakai acara sakit telinga lagi. Gak mau lagi telinganya dibor, pokoknya gak mau, gak mau, dan gak akan pernah lagi :’). Huft, semoga  telinga ini gak pernah lagi ya pakai acara sakit atau apa, amin . Saat-saat sakit seperti ini, aku lebih menghargai yang namanya sehat. Mungkin saat kita sehat, kita seakan-akan gak pernah peduli sama organ tubuh kita. Tapi tungguin saat sakit itu tiba, kalian bakal menyesali hal itu.

You Might Also Like

1 comments