Aku, Kamu, dan Hujan.

9:36:00 PM 25 Comments A+ a-

Picture : By Suli

Malam ini aku duduk termenung. Menikmati derasnya hujan. Teringat, beberapa tahun yang lalu seringkali kita menghabiskan waktu untuk menikmati hujan. Setiap kali hujan turun, tak lupa kau ucapkan kata-kata yang membuat ku tersenyum . Meskipun sesekali tubuhku basap kuyup, namun setiap kali kau disampingku seakan kehangatan tersendiri menjalar ketubuhku.

Tapi, hujan malam ini telah berbeda waktu dan keadaan. Kamu di sana, dan aku di sini menikmati hujan sendiri. Tak lupa selalu kutitipkan setetes rindu setiap kali hujan turun. Entah, apakah kamu di sana sedang menikmati hujan yang sama sepertiku? Mengingat kenangan saat aku dan kamu menikmati hujan bersama.

Entah sejak kapan kita mengenal apa artinya hujan untuk kita ? yang ku tau hujan selalu menggoreskan cerita saat kita bersama dulu. Dentingannya yang terdengar seperti alunan yang tak beraturan, tapi seakan terasa indah. Sama halnya saat kau membisikkan kata cinta sederhana ditelingaku, membuatku terbang ke langit bebas.

Berjuta-juta tetesan hujan yang kita lalui bersama, namun berjuta-juta tetesan hujan juga yang kita lewatkan. Aku ingin suatu saat nanti kita menghabiskan waktu hujan bersama lagi :)

Hi i am Fatimah | 5 September 1996 | Love the color blue, pink, and white | Love Elmo very much | Lets make friends with me ❤

25 comments

Write comments
melky fahri
AUTHOR
May 26, 2014 at 11:44 PM delete

kayaknya ada yang merindu nih... :D

tulisannya keren Fat, jelas banget makna keriinduannya,
aku hanyut dalam rasa rindumu yang kau titipkan bersama hujan
hasssek :D

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 27, 2014 at 12:11 AM delete

Hahaha its just fiksi melky :D

Ciyeeeee yang lagi merindukan seseorang :P

Reply
avatar
Bayu P Abuna
AUTHOR
May 27, 2014 at 12:52 AM delete

Aku jua mau menghabiskan waktu hujan bersama lagi. Hahaa

Hujan selaiin nyanyian paling manjur buat tidur juga bisa jadi rituan yang paling ampuh memanggil kenangan masa lalu. Kenangan kayak gitu emang pantas dikenang.

Kayaknya kalo diperhatikan udah beberapa postingan ceritanya tentang seseorang di masa lalu deh, lagi kangen dia ya? Haha

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 27, 2014 at 12:55 AM delete

Ciyeeee lawan siapa ka lawan siapa :3

Iya bujur tuh hahahha

Hm, kada ka ae. Itu hanya fiksi ja. Kada nyata wkwkkwk

Reply
avatar
May 27, 2014 at 2:06 AM delete

Cie...cie....
Hem... semoga cita-cita adik kesampaian bersama dia yang adik sayangi...
Hem... jadi penasaran. Kira-kira siapa ya?

Reply
avatar
Rad Rambo
AUTHOR
May 27, 2014 at 2:10 AM delete

ujar urang tu hujan bisi nada2 misterius yang bisa memanggil ingatan masa lalu.. dasar bujur pang..
tapi ga mesti selalu galau kalo ada hujan sih. dulu aku sering banget kaya gitu. sampe dibilang duta galau indonesia -_- untungnya sekarang udah galau lagi.. udah stabil sekarang hahahaha

Reply
avatar
May 27, 2014 at 5:48 AM delete

ada yang ngegalau dalam hujan nih?
hahaha

gue jadi inget, dia -_- *ikut galau

Reply
avatar
taufan ajie
AUTHOR
May 27, 2014 at 5:56 AM delete

Aaaaa Fatimah ... ini kata-katanya puitis dan penuh diksi-diksi yang indah banget. Tuh buktinya bisa toh nulis beginian? Jadi aku gakperlu ngasih rahasia kan? Hahahaha

Ohya, sekedar saran ajanih. Kalo bisa, hindari perulangan kata yang sama dala satu paragraf. Kata "hujan" menurutku masih terlalu banyak diulang, jadinya yaaa gimana gitu :o
Tapi ide cerita sama penyampaiannya bagus kok, keren malah :D

Selamat! Kamu udah berhasil menulis tulisan dengan jenis Melankolis ;)

Reply
avatar
Nurul Huda
AUTHOR
May 27, 2014 at 5:54 PM delete

UUUhhhhh kirain Fatimah engga suka bikin cerita cinta-cintaan.. tapi kok.. uuuhh, pasti lagi kangen seseorang. Udah ngaku aja, kebanyakan cerita fiksi itu berangkat dari kisah pribadi.

Aku ngerasanya ini agak pendek ya? Akan lebih menyenangkan lagi kalo tulisannya lebih panjang, kamu bisa menyelipkan setting favorit si tokoh. Misalkan pas kehujanan di depan warung yang tutup di jalan sepi. Atau saat berlarian bersama-sama hanya dengan setangkai daun pisang yang menjadi teduhan.. Akan lebih banyak lagi informasi-informasi yang menyiratkan betapa rindunya si tokoh :D

overall sih keren, aku tunggu cerita selanjutnya Fat...

Reply
avatar
Adittya Regas
AUTHOR
May 27, 2014 at 9:17 PM delete

dustainyaa, inya lagi mikirkan mantan... gebetannn hihihi

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 28, 2014 at 7:21 AM delete

Ka Adit gawian membully urang tarus heh -_-

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 28, 2014 at 7:30 AM delete

Siapa ya? Siapa? aku juga nggak tau hahaha

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 28, 2014 at 7:32 AM delete

Oh jadi kamu mantan Duta?

Hujan itu bikin mood nulis juga hahha

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 28, 2014 at 7:33 AM delete

Siapa dia? apakah dia yang tak merindukanmu? o.o

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 28, 2014 at 7:38 AM delete

Ini belum seberapa Fan, ini biasa banget. Kamu harus ngasih tau rahasianya :D

Iya, thx sarannya.

Hahaha apakah ini melankolis? wkwkkwk

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 28, 2014 at 7:41 AM delete

Ah, itu sih kamu Hud. Ini fiksii beneran wuahahah

Iya, soalnya ini ceritanya si tokoh jua ngelamun aja. Nggak nyampe flashback kemasa lalu lebih dalam lagi. Takutnya nanti si tokoh gagal move on *eh* *alasan*

Hahhaha, nanti ya kalo si tokoh udah berhasil move on pasti bisa kok dilanjutin hahha

Reply
avatar
May 28, 2014 at 5:10 PM delete

hus,,,,nggak boleh bilang kek gitu..kasihan..dia udah galau

Reply
avatar
May 28, 2014 at 5:14 PM delete

hujan kayaknya selau menjadi suasana menarik ..... jadi keinget blog nilam yang model hujan hujan...

ekekeke....kenapa ya mesti hujan..emang lebih romantis jadi setting cerita ya,,,kenapa nggak ..aku rindu ketika kita menikmati panasnya terik matahari..dan ketika jemarimu mengenggam lembut jariku...panas itu seakan lenyap bersama sejuknya kasih sayang..uhuhhuhu..

tapi mungkin hujan lebih menarik...kasihan sekali si panas...kamu di deskriminasi

Reply
avatar
May 29, 2014 at 2:34 AM delete

Hujan udah kayak memori aja ya, menyimpan banyak kisah dari setiap orang. But yes, I love rain too. Karena nggak tau kenapa, setiap denger hujan, telinga dan hati jadi adem. Kecuali kalau hujannya deras disertai petir. Yang ada aku tutup telinga karena takut^^

Mungkin saran aja, itu kan ceritanya tentang orang yng tiba-tiba mengenang masa lalu gara-gara hujan ya? Coba dikasih penjelas aja kegiatan dan suasana di mana si cewek itu. Duduk termenung di mana, kondisi wajahnya gimana, suasana yang mendukungnya apa aja. Biar makin enak buat berimajinasi penggambarannya :)

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 29, 2014 at 3:54 AM delete

Iya, kalo itu beda setting lagi kalo dianya pacaran dipantai baru diiringi sinar matahari kak hahha

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
May 29, 2014 at 4:01 AM delete

Iya kak aku juga, menyukai hujan tapi takut petir yg menggelegar itu :(

Iya, thx ka masukannya :)

Reply
avatar
dalikewara
AUTHOR
May 29, 2014 at 5:27 PM delete

Fatimah... Tulisanmu membuatku flashback aja nih... Pasalnya aku punya momen-momen indah bersama hujan... Ama seorang cewek tentunya.

Eh, btw... Kalimatmu bagus banget menurutku. Aku sampek terbawa suasana dan begitu nyaman menikmati setiap kalimatnya. Pokoknya cakep deh...

Tapi itu ada bagian yang paling menyesekkan kayaknya... Yang ini "Kamu di sana, dan aku di sini menikmati hujan sendiri."

Reply
avatar
FatimahAqila
AUTHOR
June 2, 2014 at 7:12 PM delete

Ciyeee siapa tuh Dal? :P

Hahahha, makasih itu sih masih biasa aja kok Dal :D

Nyesek bgt ya Dal wkwkk

Reply
avatar