Surat Untuk Ayah Tersayang ♥♥♥

7:00:00 AM

Surat untuk Ayah :)

Ayah...
Tentang ayah yang segalanya...
Melebihi apa yang kupunya...
Kehadirannya melebihi apapun...
Takkan tergantikan...

Ayah...
Ayah yang selalu mengajarkanku arti hidup...
Ayah yang menemani setiap langkahku...
Menapaki roda kehidupan...
Menghadapi pahitnya hidup...

Ayah...
Ayah yang diberikan Tuhan untukku...
Seseorang yang selalu kubanggakan..
Anugerah yang paling indah...
Beruntung aku memilikinya...

Ayah, kali ini aku akan menuliskan sebuah surat untukmu. Aku rasa surat ini sangat spesial. Karena ini adalah surat pertama yang kutuliskan untukmu. Pertama, melalui surat ini aku ingin meminta maaf. Maafkan jika selama ini aku tidak pernah memuji kehebatan ayah. Aku hanya mengagumi kehebatan ayah dalam diam. Tanpa ayah tau hati kecilku selalu mengagumi akan kehebatan yang ayah lakukan untukku selama ini.

Ayah, tak terasa kebersamaan kita sudah 6491 hari. Dan aku bersyukur, sampai hari ini aku masih bisa menikmati kebersamaan bersamamu dan masih bisa mendengar suaramu. Ayah, meskipun tak sepenuhnya selama 6491 hari kita selalu bersama, tapi setidaknya aku masih punya seorang pahlawan yang melindungiku. Meskipun waktuku tak banyak kuhabiskan bersamamu, tapi aku bahagia memiliki ayah sepertimu.

Kedua, aku ingin memuji kehebatan ayah-yang mungkin selama ini tak pernah ayah dengar dari mulutku sendiri. Setidaknya jika ayah membaca surat ini, ayah tau bahwa aku sangat mengagumi ayah. Ayah, banyak hal yang kau ajarkan padaku. Ayah selalu mengajarkanku untuk menjadi orang yang sabar. Aku ingat ketika ayah sedang diterpa masalah, ayah selalu menyikapinya dengan sabar. Ayah mengajarkanku belajar ikhlas, aku ingat ketika barang kesukaanku tak sengaja diberikan Ibu pada anak tetangga. Lalu, Ayah berkata padaku “Udah ikhlaskan saja ya, Nak”. Bahkan, Ayah mengajarkanku bahwa “Diam itu emas”, karena aku sering memergoki ayah hanya diam ketika orang-orang disekitar mencaci-maki ayah. Ayah juga adalah sosok pekerja keras, karena ayah tak pernah sekalipun mengeluh ketika sedang lelah bekerja.

Ayah, meskipun terkadang ketika aku meminta sesuatu hal pada ayah. Tetapi tak sepenuhnya permintaanku dikabulkan ayah, setidaknya aku bersyukur telah memiliki seorang ayah yang telah berusaha untuk memenuhi segala permintaanku. Ayah selalu berusaha semampu ayah untukku. Terkadang aku iri pada mereka yang selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi, saat aku berkata pada mereka “Kalian hidup enak karena semua permintaan kalian selalu dipenuhi oleh kedua orang tua kalian”. Tapi, begitu mereka membalas pernyataanku “Percuma aku mendapatkan semua ini tapi Ayahku tak pernah memberikan kasih sayangnya padaku”. Aku sadar, ternyata meskipun aku tak mendapatkan semua yang aku inginkan. Setidaknya aku mendapatkan kasih sayang yang utuh dari ayah.

Meskipun ayah adalah sosok yang keras. Tetapi, Ayah selalu menjadi orang pertama yang membujukku ketika aku sedang bersikeras ataupun sedang marah dengan Ibu. Ketika aku terisak menangis, bahkan aku tidak ingin makan, ayah selalu berusaha untuk membujukku berhenti menangis dan menyuruhku untuk secepatnya makan. Pernah sesekali, aku bersikeras tidak ingin makan. Ayah berkata “Kalo kamu tidak makan, nanti kalo kamu sakit nanti ayah jadi kepikiran kamu”. Saat itu juga Ayah yang biasanya bersikap lebih kuat layaknya seorang lelaki, ayah menangis hanya karena aku tidak ingin makan. Saat itu juga hatiku teriris ketika melihat ayah menangis hanya untukku, untuk anaknya yang keras kepala ini! Ayah, maafkan aku jika terkadang sikapku sangat manja dan keras kepala.

Meskipun terkadang Ayah juga menyebalkan bagiku, tapi satu hal aku tidak pernah benar-benar membenci ayah. Mungkin terkadang aku lebih sering berkata-kata yang menyakiti perasaan ayah. Tapi satu hal, ayah adalah seorang yang pemaaf. Kenapa? Karena tak pernah sekalipun ayah membenciku karena sikapku yang terkadang keras kepala. Lebih banyak hal yang Ayah ajarkan padaku  yang mungkin tak cukup dengan jutaan kata ku ungkapkan. Mungkin itulah gambaran Ayah yang telah menjadi Superman dalam hidupku selama 6491 hari.

Dan, yang ketiga aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Ayah, yang mungkin ucapan terima kasih ini tak mungkin bisa membalas setiap tetes keringat yang jatuh dari wajah ayah.
1.       Terima kasih telah menjadi Ayah yang baik selama 6491 hari ini.
2.       Terima kasih telah mengajariku untuk menjadi orang yang sabar.
3.       Terima kasih telah mengajariku untuk menjadi orang yang ikhlas.
4.       Terima kasih telah mengajariku untuk lebih baik diam ketika orang disekitar mencaci-maki.
5.       Terima kasih telah menjadi Ayah yang pengertian.
6.       Terima kasih telah sabar menghadapiku yang terkadang bersikap manja.
7.       Terima kasih telah memenuhi segala permintaan yang aku inginkan
8.       Terima kasih telah mengorbankan segalanya hanya untukku.
9.       Terima kasih telah membujukku ketika aku sedang kesal.
10.   Terima kasih telah bekerja siang dan malam untuk anakmu ini.
11.   Terima kasih telah melindungiku dari orang-orang yang jahat.
12.   Terima kasih telah mengariku menjadi orang yang pemaaf.
13.   Terima kasih telah mengajarkanku bersyukur.
14.   Terima kasih sudah menyayangiku.
15.   Terima kasih untuk semuanya :)

Ayah, sampai hari ini aku bersyukur memiliki seorang ayah sepertimu. Sampai hari ini aku masih memiliki seorang lelaki yang layaknya superman yang selalu melindungiku kapanpun dan dimanapun. Ayah, aku tidak bisa membayangkan jika suatu hari nanti aku kehilanganmu. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tak bisa lagi melihatmu, atau bahkan mendengar suaramu. Aku takut ayah, aku takut jika aku harus berjalan sendiri dimuka bumi ini. Aku takut jika tak ada lagi yang membujukku ketika aku sedang kesal ataupun marah.
Ayah, aku selalu berjanji pada diriku sendiri. Jika nanti ayah meninggalkanku, meninggalkan ibu, atau bahkan meninggalkan dunia ini. Aku tidak ingin ada seorang pun menggantikan posisimu, karena bagiku kau adalah ayah terbaik yang pernah aku miliki selama ini. Ayah yang tak pernah ada duanya di dunia ini. Ayah, you just only one in the world :)

Ayah, aku tak perlu menanyakan kabarmu meskipun jarak memisahkan kita. Karena ayah selalu menelponku setiap hari, ataupun setiap waktu. Bagaimanpun jarak memisahkan kita, tapi ayah adalah ayah yang sangat perhatian. Ayah, semoga ayah diberikan umur yang panjang hingga nanti aku menjadi orang yang sukses. Aku ingin ayah tersenyum bangga melihat kesuksesanku nanti.

Ayah, mungkin surat ini tak bisa membalas semua jasa, pengorbanan, atau kerja keras yang kau lakukan selama ini. Tapi, setidaknya melalui surat ini, ayah tau kalau aku bangga memiliki ayah sepertimu. Melalui surat ini ayah tahu bahwa aku mengagumi ayah. Meskipun aku tak pernah memuji kehebatanmu melalui bibir mungilku ini.

Ayah, semoga kau selalu diberikan rezeki yang banyak dan semoga ketika ayah bekerja disana selalu diberikan kemudahan oleh Alah SWT. Amin Yarabbal Alamin :)

Oh, Iya Ayah aku juga ingin mengucapkan "SELAMAT HARI AYAH". Aku menyayangi ayah melebihi dari apapun di dunia ini :)

You Might Also Like

1 comments