Alam dan Mbah Dukun

9:23:00 AM




Malam semakin larut, seorang pemuda sedang berjalan sendiri di tengah hutan. Nampak ia sedang mencari sesuatu dengan sebuah lampu senter yang sudah mulai redup, pertanda baterainya sudah mau habis. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok seorang laki-laki yang terlihat tua.

“Hai anak muda, sedang apa kau disini malam-malam?” Tanya sesosok kakek itu.

“En…engg aku hanya berjalan-jalan saja melepas penat.” Jawabnya dengan penuh kebingungan.

Berjalan berputar mengelilingi anak muda itu lalu sambil memperhatikan “ah, ku pikir kau sedang mencari sesuatu. Siapakah namamu wahai anak muda?”

“Hahaha, tentu saja tidak. Aku hanya sedang berjalan melepas penatku. Panggil saja aku dengan sebutan Alam” jawabnya lagi dengan penuh percaya diri.

“Hai Alam, kebetulan sekali. Kalau begitu, maukah kau ikut ke gubukku?” tanya kakek itu.

“Untuk apa aku ikut, Kek?”

“HAHAHAHAHA, Kakek? Aku tak mau kau panggil kakek. Memangnya aku terlihat tua dengan penampilanku seperti ini? Panggil saja aku Mbah Dukun.”

“Mbah dukun? Nama yang aneh memang.” gerutunya dalam hati

“Hah? Aneh? Kau bilang aneh namaku ini?” tanya kakek tua sambil mendekatkan wajahnya ke pemuda itu.
Anak muda itupun kebingungan bagaimana bisa si kakek ini mendengar omongannya, padahal cuma dalam hati. “O..tentu saja tidak Kek, eh—Mbah Dukun. Namanya bagus kok” jawabnya terbata-bata.

“Bagus-bagus. Bagaimana? Kau mau ikut ke gubukku?” Tanya kakek itu sekali lagi meyakinkan pemuda tersebut untuk ikut ke gubuknya.

Tak ada jawaban. Pemuda itu masih dalam kebingungan.

“Hei! Anak muda kau takut ikut kegubukku? Jangan takut seperti itu. Aku tidak akan melukaimu, hanya saja aku akan memberikan hal yang tidak akan kau bayangkan sebelumnya”

“Hal apakah itu?” tanyanya penasaran kepada kakek tua.

“Kau akan kuberikan sebuah website.” Kata kakek itu

Pemuda itupun makin heran. “HAH?! Website? Benda apakah itu, Mbah Dukun?

“Dasar memang kau ini bagaimana sih? Hidup dijaman sekarang belum tau website itu apa? Dasar kau ini pemuda katrok” cibir kakek tua kepada si Alam yang masih heran dengan yang ia alami.

Ia pun terdiam. Masih menunggu jawaban kakek tua itu.

“Begini, Lam. Website itu suatu situs yang bisa buat kamu terkenal dengan keahlianmu itu loh. Kamu kan pinter edit foto, nanti kamu ceritain aja gimana cara edit foto-foto itu diwebssite yang Mbah berikan.

“Loh, bagaimana Mbah Dukun bisa tau keahlian saya?” tanyanya lagi makin heran.
“Aduh, kamu tak usah tanya-tanya itulah. Aku pasti taulah, aku gitu lohh” jawab kakek itu dengan percaya diri.

“Gimana? Mau gak? Kalau kamu udah punya website. Kamu bakalan bisa terkenal di daerahmu itu loh, dimana ya itu? Mbah lupa deh jadinya”

“Di Banjarmasin, Mbah” jawabnya.

“Oh iya di Banjarmasin, nanti kamu juga bisa jadi Blogger Banjarmasin yang dikenal dimana-mana” Tambah si Kakek meyakinkan si Alam.

Meskipun Ia masih ragu dengan semua ini. Namun, si Alam memberanikan diri untuk menerima tawaran si Mbah. “Wah, menarik juga ya penawaran si Mbah ini. Lalu apa syarat yang harus aku lakukan Mbah?”

“Tenang, kau cukup memasang fotoku saja di websitemu itu maka aku akan memberikan semua yang kamu inginkan wahai anak muda,”

“Wah terima kasih Mbah, ternyata Mbah baik sekali ya.”

“Ehh…mengapa kita asik mengobrol disini. Seharusnya kau ikut saja ke gubukku, akan kuberikan semua yang kamu inginkan disana.”

Tanpa ragu-ragu si Alam mengikuti Mbah Dukun berjalan menuju gubuk ditengah hutan.

***
 Kring...Kring....Kring

Alarm di kamarku pun berbunyi. Ternyata sudah menunjukkan jam 7 pagi.

"Ah, mimpi apa aku barusan. Aneh sekali mimpinya. Syukur cuma mimpi" 


You Might Also Like

2 comments

  1. gede jua lah nyali pemudanya larut malam bejalanan ke hutan, untung tetamu kakek kada tetamu hantu

    ReplyDelete
  2. Untung mimpi, amun bujuran bisa... kada papa ay

    ReplyDelete