TOXIC RELATIONSHIP, KOK MAU SIH?

10:33:00 PM

Haloooo, Assalamualaikum. Welcome juli, semoga jadi bulan yang menyenangkan dari yang sudah-sudah ya. Okey, tulisan di bulan pertama ini sepertinya aku hanya ingin menuangkan hal-hal yang membuatku bingung. Kali aja saat kamu yang baca tulisan ini bisa jawab segala kebingungan yang terjadi denganku.


Well, kali ini aku mau ngomongin tentang toxic relationship. Pernah gak sih kalian dengar tentang toxic relationship, atau kalian pernah mengalami di posisi itu sendiri? Sederhananya sih ya toxic relationship itu saat kalian menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi ibaratkan lebih banyak sedihnya daripada senangnya. Toxic relationship ini sendiri menurutku beragam sih, dan sesuai persepsi masing-masing pasangan yang menjalani. Dan toxic relationship ini juga ada yang berhubungan sama teman, keluarga ataupun pacar. Nah, yang mau aku bahas ini lebih ke pacar sih ya.


Dari kacamata aku sendiri ya dan juga dari berbagai cerita di sekelilingku toxic relationship itu emang keknya terkadang bikin aku bingung sendiri loh. Karena apa? Karena pertama aku gak pernah sih menjalani toxic relationship. Dan kedua, kok mereka yang berada di fase toxic relationship itu mau aja sih bertahan???  Oke, meski kebanyakan alasan yang aku tanyain jawabannya simpel "karena rasa sayang". Hmm, sayang sih sayang tapi kalau sampai nyakitin hati gimana ya????
Source : Google



Dari awal aku udah bilang, toxic relationship itu beragam....


Misal nih ya,


Ada yang pacarnya gak ngehubungin bentar doang, eh si cowo/cewe marah-marah.

Ada yang pacarnya sibuk, eh si cowo/cewenya gak bisa paham sama sekali. Ujug-ujugnya marah-marah.

Ada yang si pacar suka ngatur-ngatur, mulai dari berpakaian sampai hal-hal yang menurut aku aneh banget.

Ada yang punya pacar, tapi entah si cowo atau cewenya punya selingkuhan.

Ada yang mau jalan sama teman, eh gak dibolehin.

Ada yang mau jalan atau kemana aja, harus lapor. Bilang sih boleh, tapi terkadang sampai harus di pap gitu jalannya sama siapa dan sebagainya.

Ada yang salah sedikit, pokoknya marah-marah.

Pokoknya, tentang toxic ini gak ada kebahagiaan sama sekali. Kecuali kalian memang merasa senang diperlakukan begitu, mungkin beda kali ya...
Source : google

"Gimana ya kalau pacar aku itu sukanya yang ngatur-ngatur demi kebaikan aku?"
. Nah, kalau pacar kamu ngaturnya untuk kebaikan ya enggak papa sih. Misal buat ngingetin kamu jangan ketinggalan ibadahnya, atau pokoknya demi kebaikanlah ya. Beda dong halnya kalau pacar kamu suka ngatur, kamu gak boleh temenan sama si A,B,C atau pokoknya yang mengaturnya lebih mengarah buat kepentingan dirinya sendiri. BIG NO! Udah jelas banget itu namanya toxic euy. Buat cewe-cewe jangan buta banget ya sama yang kek gini, sampai gak bisa bedain diatur-atur kaga jelas sama yang diatur buat kebaikan. Ups, emosikan jadinya. Hahaha

Bahkan, mungkin toxic relationship kalau udah sampai ke tahap yang mengerikan biasanya punya pasangan yang abusive relationship kali ya. Istilah lainnya suka main tangan gitulah, dipukul, digampar, dan sebagainya. Gils, aku pribadi gak kebayang sih punya pacar tipe begini. Karena, hidup aku sih simpel. Aku punya prinsip kalau punya pacar tapi gak bisa bikin bahagia ngapain punya pacar? Meskipun dalam suatu hubungan itu gak melulu tentang bahagia. Tapi, ya jangan sampailah perlakuan-perlakuan kecil yang seperti diatas aku sebutin bisa bikin kalian buta banget sama yang namanya cinta. Hahaha


Aku sering banget dicurhatin tentang keluhan pacar sama teman-temanku. Meskipun pengalaman aku di dunia relationship ini gak banyak-banyak amat tapi menurutku bisalah ya buat jadi pelajaran dihidupku sendiri. Pokoknya ya teman-temanku yang curhat tentang pacarnya yang sebegitu "toxic-nya" itu benar-benar bikin aku geram banget. Disisi lain, ini loh temanku masa ada sih manusia yang tega banget nyakitin. Iya aku tu sayang banget sama temanku yang disakitin pacarnya, tapi kok temanku gak sayang sama sekali ya sama dirinya sendiri yang disakitin terus mauuu aja gitu??? WHY OH WHY????!


Mungkin disisi lain, oke aku gak pernah merasakan di posisi mereka. Tapi, aduh gimana ya jelasinnya tetap aja gitu. Simpelnya tuh gini. "Kamu kalau ketemu seseorang, kalau gak bisa bikin bahagia? Ya ngapain? Mending biarkan diri kamu sendiri dulu. Cari kebahagiaan sendiri, daripada berdua tapi bikin sedih mulukan ya? Hidup kamu itu udah pusing jangan dibikin pusinglah ya. Nanti juga bakalan ada seseorang yang bikin kamu bahagia. Ya intinya, kalau gak bisa bikin bahagia setidaknya jangan bikin sedih woy". Huuu, kasian aku tu sama teman-teman yang hidupnya murung, mukanya ditekuk, hanya karena pasangannya yang sebegitu toxicnya.


Oke, pokoknya orang-orang yang berada di toxic relationship ini emang bikin aku bingung banget. Gak mau ngejudge sih, cuman ya gimana ya "emang sayang itu harus segitunya ya?". Semoga yang berada di fase ini ditabahkan ya. Dan pesanku sih buat kamu yang masih cukup kuat atau sok kuat menjalaninya dengan alasan sayang "Heyyy, kamu itu berharga. Kamu masih punya banyak waktu untuk aktualisasi diri. Diluar sana masih ada seseorang yang bisa bikin kamu bahagia, kalau tidak bisa bikin bahagia paling tidak diluar sana masih banyak orang yang gak nyakitin kamu. Untuk meninggalkan seseorang yang toxic relationship itu emnag bikin sedih, ya karena kamu udah sayang banget dan terlanjur nyaman. Tapi apakah membiarkan kamu berlarut-larut dengan toxic relationship itu juga akan membuat kamu menunda-nunda mendapatkan kebahagiaan yang layak?"


Dear, teman-temanku yang sedang mengalami di fase ini. Mohon maaf jika ada salah kata atau apapun. Semoga kalian cepat sadar ya, kalaupun kalian punya alasan kuat coba berbagi di kolom komentar? Kali aja bisa mengobati kebingungan yang aku rasakan ini. Jangan lupa dirimu juga berhak bahagia ya!

You Might Also Like

0 komentar

Pena Blogger Banua

PENABLOGGERBANUA

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan

FEMALE BLOGGER BANJARMASIN

FEMALE BLOGGER BANJARMASIN