TERUNTUK IBU KOTA BARUKU NANTI

8:05:00 AM

Akhir-akhir ini isu public dipenuhi dengan “rencana perpindahan Ibu kota”, dan ternyata yang menjadi kandidatnya adalah daerah Kalimantan. Wow, sempat terkejut dan sedikit membuatku berpikir. Ibu kota akan pindah?  Bagaimana dengan kehidupan di Kalimantan nanti? Beribu pertanyaan satu persatu minta dijawab. Tapi, rasanya untuk menjawabnya sendiri aku tidak akan sanggup.

Membayangkan tempat tinggal, tanah tercinta ini, tempat kelahiranku ini yang beberapa tahun ke deppan akan menjadi ibu kota. Tentang ibu kota yang mugkin dekat dengan yang Namanya kemacetan, polusi, riuh penduduk yang sibuk dengan segala aktivitasnya. Sungguh, raanya masih tidak bisa diterima. Aku sudah terlalu cinta dengan tanah Kalimantan ini, Kalimantan yang dikenal dengan paru-paru dunia. Masih terlalu jauh untukku menerima persawahan hijau-hijau yang biasa aku lewati akan berubah menjadi gedudng-gedung pencakar langit. Berlebihan rasanya jika aku membayangkannya sudah terlalu jauh, tapi tentu saja aku menginginkan suatu harapan jika tanah kelahiranku ini akan menjadi sebuah Ibu kota.

Harapan untuk ibukota baruku nanti

Pembangunan harus berdasarkan aspek lingkungan

Dengan rencana pembangunan ibukota, maka pastinya di Klaimantan ini perlahan akan banyak pembangunan kantor-kantor untuk keperluan ibukota nantinya. Aku berharap, sebanyak apapun pembangunan yang dilakukan nanti akan berjalan dengan semestinya. Semoga pembangunannya tetap berdasarkan aspek lingkungan. Karena, sesuai dengan hal-hal yang aku dapat di perkuliahan. Ketika pembangunan sesuai dengan peraturan terkait, maka segala resiko mungkin bisa teratasi dengan baik. Simpelnya saja, misal perluasan jalan yang harus sesuai biar nantinya drainase yang dibangun bisa mengatasi permasalahan genangan pada saat hujan.

Permasalahan sampah dan banjir bisa teratasi

Dengan adanya isu pemindahan ibukota, tidak dipungkiri penambahan penduduk pasti akan terjadi. Mau ada penambahan penduduk ataupun tidak, kita sudahtidak terlalu asing dengan permasalahan ibu kota yangtidak jauh-jauh dari sampah dan banjir. Ketika permasalahan sampah tidak bisa teratasi dengan baik pada akhirnya akan menimbulkan banjir, benarkan? Nah, semoga permasalahan sampah dan banjir ini punay titik terang di ibu kota terbaru nanti. Syukur-syukur permasalahan sampah dan banjir ini tidak lagi menjadi permasalahan pokok di ibukota.

Pemerintah setempat lebih banyak mengadakan event yang berbasis lingkungan

Terkadang untuk mengajak masyarakat peduli sama lingkungan ituemang perlu usaha yang lebih. Bahkan, Namanya sebagai masyarakat mereka ingin didukung dan difasilitasi. Besar harapanku untuk ibu kota terbaru nanti mungkin bisa lebih menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk peduli lngkungan. Ya, dengan cara mengadakan event-event yang arahnya lebih banyak peduli sama lingkungan. Misal, sehari tanpa kendaraan bermotor, atau ibu kota yang baru nanti sudah benar-benar “say no to plastic”. Mungkin ini adalah langkah kecil, tapi bisa membantu permasalahan sampah menjadi berkurang.

Pembangunan maupun perekonomian  peningkatannya seimbang

Dengan adanya pembangunan ibu kota, harapannya perekonomian pun juga semakin meningkat, terlalu berlebihan jika aku mengharapkan hal ini. Tapi, mengapa tidak? Seandainya pembangunan ibu kota nanti bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian ya sangat bagus sih menurutku.

Nah, itulah beberapa harapan aku untuk ibu kota yang baru. Terlepas dari sebuah harapan, mungkin  jika aku menjadi bagian masyarakat ibu kota baru nanti aku akan terus berusaha ikut serta dalam kegiatan untuk menjadikan ibu kota baru lebih baik lagi. Apapun itu, dimanapun ibu kota baru nanti. Aku hanya berharap, segala peraturan akan selalu berdasarkan aspek lingkungan. Karena, ibu kota aalah bagian dari lingkungan. Maka kita jaga dulu dengan baik lingkungannya, maka Ibu kota yang tentram akan bisa kita wujudkan.

You Might Also Like

0 komentar

Pena Blogger Banua

PENABLOGGERBANUA

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan

FEMALE BLOGGER BANJARMASIN

FEMALE BLOGGER BANJARMASIN