SITI SALAMAH BERDAYAKAN PEMULUNG UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH

Post a Comment
Konten [Tampil]

Permasalahan sampah di Indonesia merupakan salah satu hal yang tak kunjung teratasi salah satunya adalah sistem pengelolaan sampah itu sendiri. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, timbulan sampah nasional pada tahun 2022 mencapai 69,2 juta ton yang mayoritas berasal dari rumah tangga. Dari total sampah yang dihasilkan itu, 35,48 persennya masih belum terkelola dengan baik. 

Nampaknya ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya untuk saat ini belum membuahkan hasil. Hal ini dikarenakan lemahnya penegakan hukum mengenai pengelolaan sampah sehingga tidak adanya konsekuensi terhadap perilaku membuang sampah sembarangan tersebut. 

Tidak hanya sampai disitu, permasalah sampah ini juga akan menjadi permasalahan besar jika sampah tidak terpilah dengan baik dan hanya akan berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa dikelolah dengan baik. Nah, dengan kondisi TPA yang justru sampahnya sudah overload bisa saja akan menyebabkan masalah lain seperti kebakaran TPA, air lindi yang mencemari lingkungan sekitar TPA, dan permasalahan besar lainnya.

Untuk itu, isu persampahan ini menjadi isu yang sangat krusial di Indonesia, baik di kota besar maupun di kota kecil. Artinya sampah ini adalah masalah kita semua; tidak hanya para ahlinya, tetapi kontribusi peran masyarakat juga sangat penting dalam pengelolaan sampah. 

Ngomongin masalah sampah, tentunya sangat familiar dengan peran pemulung yang setiap harinya mondar-mandir mengambil sampah di sekitar rumah atau komplek. Masih banyak orang yang berpikir keberadaan pemulung ini justru sangat mengganggu. Dipikir-pikir padahal peran mereka ini ternyata sangat penting lho dalam hal pengelolaan sampah. Meskipun para pemulung berkontribusi dalam hal penanganan dan pengelolaan sampah tapi ternyata kesejahteraan hidup mereka masih kurang lho.

Untuk itu, dengan adanya permasalahan sampah dan juga kurangnya kesejahteraan para pemulung inilah yang akhirnya menggerakan hati seorang pahlawan lingkungan yaitu Siti Salamah. 

Awal Mula Rumah Pohon Untuk Pemulung

Siti Salamah seorang wanita muda kelahiran tahun 1988 ini adalah merupakan sosok yang ingin hidup para pemulung mendapatkan kesejahteraan yang layak. Untuk itu, Siti mendirikan Rumah Pohon, yang sebelumnya bernama Taman Magrib Mengaji, sejak tahun 2015 sebagai wadah untuk membantu pemulung mendapatkan pendidikan non-formal dan memberi pendidikan spiritual. Bisa dibilang pada saat itu usianya masih tergolong sangat muda yaitu sekitar 27 tahun. 

Tentu tidaklah mudah bagi Siti untuk membuat kehidupan para pemulung ini mendapatkan kesjahteraan yang layak. Salah satunya adalah faktor mindset yang sudah tertanam dan juga faktor keadaan yang mungkin tidak bisa mereka upayakan. Atas dasar hati nurani seorang Siti Salamah yang memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga ia bertekad bisa mengubah kehidupan paea pemulung tersebut ke arah yang lebih baik, membekali dengan pendidikan dan kemampuan agar ke depannya dapat hidup lebih sejahtera.

Program Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Dengan kegigihan dan jiwa sosialnya yang tinggi akhirnya pada tahun 2018 Siti bersama sejumlah rekannya mendirikan Waste Solution Hub, penyedia solusi pengolahan sampah terintegrasi. 

Program pengelolaan sampah berbasis teknologi yang terintegrasi dan melibatkan multi-pihak. Ada sejumlah program pengelolaan sampah, namun kegiatan aktivitas sosial untuk turut memperhatikan kehidupan para pemulung menjadi nilai tambah dan pembeda Waste Solution Hub dibandingkan program lainnya.

Sumber: Instagram Waste Solution Hub


WasteHub prinsipnya memotong proses pengelolaan limbah menjadi lebih singkat. Selama ini sampah dari rumah diambil pemulung untuk diserahkan ke lapak. Dari sini melewati empat hingga lima tempat untuk sampai ke pengepul kakap. Harga sampah plastik biasanya berkisar Rp2000 per kilogram, sedangkan di industri besar bisa sampai Rp5000 per kilogram. Nah, proses ini dipersingkat margin sebesar 2 kali lipat bisa langsung masuk ke kantong para pemulung.  Hal tersebut tentunya akan membuat penghasilan pemulung menjadi lebih layak.

Tidak hanya itu, program ini juga menyasar pengelolaan sampah pada cluster perumahan yang dilakukan dengan proses end-to-end. Hal itu dilakukan untuk menambah nilai berkelanjutan. Program konsultasi juga digelar untuk mencapai less waste bahkan zero waste. Program ini juga menggelar pelatihan intensif bagi pemulung agar memiliki peluang tambahan keterampilan.

Inovasi Sosial Waste Solution Hub

Upaya yang dijalankan oleh Waste Solution Hub membuahkan hasil. Hingga saat ini mereka telah mengedukasi lebih dari 23.435 orang dalam setiap programnya. Jumlah sampah yang telah dikelola sampai saat ini adalah 4.388 kilogram dengan jumlah pemulung yang diberdayakan yaitu lebih dari 1.222 orang di wilayah Tangerang Selatan. Dan bahkan sudah 171 sukarelawan yang terlibat di program-program mereka. 

Sumber: Instagram Waste Solution Hub

Program kerja yang dilaksanakan oleh Waste Solution Hub membawa kesejahteraan bagi para mitra pemulungnya. Bahkan,  saat pandemi ada 5006 paket sembako yang terkumpul untuk akhirnya didonasikan pada pekerja informal (pemulung) di masa pandemi.

Tidak sampai disitu, dengan keberadaan Waste Solution Hub ini membuat kehadiran para pemulung lebih dihargai. Untuk itulah para mitra pemulung dipersiapkan untuk bekerja secara profesional. Sehingga Waste Solution Hub tidak melepas para mitra pemulung ini tanpa bekas sama sekali. Oleh karena itu mereka biasanya mendapatkan pembinaan. Pembinaan ini diberikan berupa training, beasiswa, pendidikan, pelatihan atau berupa keterampilan.

Ke depannya, Waste Solution punya target bisa memiliki 10.000 mitra pemulung, meningkatkan pendapatan mereka hingga 100 persen, mengelola 1.000 ton sampah setiap harinya, menghasilkan 1.000 produk daur ulang, dan mengembangkan lebih dari 10 area pusat daur ulang serta pembelajaran di seluruh Indonesia.

Kegigihan dari Siti Salamah serta rekannya dalam pengelolaan sampah serta memberdayakan para pemulung ini yang akhirnya menjadikan ia sebagai penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards tingkat nasional untuk kategori Kelompok yang mewakili lima bidang sekaligus, ada kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan dan teknologi. Tentunya ini juga menjadi salah satu penggerak bagi para anak muda diluar sana agar tidak berhenti untuk melahirkan berbagai inovasi yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Dan semoga dengan adanya program dari Waste Solution Hub ini mampu mengatasi berbagai permasalahan sampah yang ada untuk saat ini, sekarang, dan nanti. 



Related Posts

Post a Comment